Pengertian Arduino

Posted on

Pengertian Arduino – Belajar Arduino untuk pemula itu mudah, minimal lebih gampang daripada belajar memakai perangkat mikrokontroller lainnya. Sebab, Arduino memang diperuntukkan untuk orang-orang yang ingin konsentrasi pada realisasi gagasan dalam format alat sesuai khayalan Anda.

Bahasa pemrograman Arduino mempunyai sedikit fungsi tapi kaya library. Sebab Arduino merupakan perangkat open source yang dikembangkan oleh banyak programmer dari semua dunia. Seperti halnya Linux, Linux juga open source.

Karena open source, maka Linux dikembangkan oleh banyak orang sampai-sampai menjadi sisem operasi Android, Raspberry Pi, Mikrotik, komputer desktop, sampai super komputer. Begitu pun dengan Arduino, ia berpotensi guna berkembang lebih pesat, terutama untuk perlengkapan Internet of Things.

Pengertian Arduino

Arduino merupakan sebuah minimum sistem mikrokontroler mempunyai sifat open-source yang tidak sedikit digunakan guna membagun suatu project elektronika. Platform Arduino mengandung dua yakni hardware berupa board dan suatu software atau IDE (Integrated Development Environment) yang berlangsung pada komputer, dipakai untuk mencatat dan mengisikan perogram ke board Arduino.

Platform Arduino menjadi paling populer untuk orang-orang yang hendak memulai belajar elekronika terutama mikrokontroler, sebab dengan memnggunakan Arduino tidak lagi membutuhkan hardware ekstra (sering dinamakan downloader) guna mengisikan program kedalam board mikrokontroler, tapi melulu perlu kabel USB saja yang disambungkan dari komputer ke board Arduino.

Bahasa pemograman yang dituliskan pada Arduino IDE memakai bahasa pemograman C++ yang sudah disederhanakan, sampai-sampai dapat lebih gampang dimengerti. Sebuah board Arduino didesain dengan standar format board serta posisi dan rangkaian pin/port sampai-sampai dapat lebih mudah dipakai dan diakses dengan perlengkapan lain.

Arduino tipe UNO yaitu salah satu jenis board dari Arduino yang paling populer sebab adalah pilihan yang paling cocok untuk pemula. Pada pelajaran percobaan yang akan anda praktekan bakal mengguanakan board Arduino UNO.

Percaya atau tidak, melulu memerlukan 10 baris kode anda dapat menciptakan LED yang berada pada Arduino anda berkedip. Kode-kode itu mungkin anda belum memahaminya guna sekarang, namun setelah menyimak dan mengekor latihan-latihan anda akan mengetahui maksud dari kode-kode itu atau bahkan bisa mengembangkannya.

Sejatinya Arduino hardware dan aplikasi didesain guna dapat dipakai oleh seniman, desainer, penggiat hobi, hacker, pemula, dan seluruh orang yang tertarik untuk menciptakan sebuah objek interaktif. Arduino bisa berinteraksi dengna tombol, LED, motor, speaker, unit GPS, camera, internet, smartphone atau TV dan masih tidak sedikit lagi perlengkapan yang kamu dapat hubungkan dengan Arduino.

Arduino sangat luwes untuk dapat membuat sekian banyak project, dimana aplikasi Arduino ialah gratis, dan hardware board pun dengan harga yang paling terjangkau, dua-duanya baik hardware dan software gampang untuk dipelajari sebab sudah ada komunitas besar dari pemakai-pemakai Arduino yang telah berkontribusi misal program dan instruksi-intruksi guna membuat sekian banyak project elektronika yang diciptakan menggunakan board Arduino.

Sejarah Singkat Arduino

Hardware arduino dibuat kesatu kali oleh Massimo Banzi dan 5 orang rekannya, yang berasal dari italia. Bahasa arduino adalah turunan bahasa wiring platform dan bahasa processing. Sebenarnya arduino dikembangkan dari thesis Hernando Barragan. Arduino bisa menerima input dari sekian banyak macam sensor. Selain tersebut juga dapat menerbitkan output yang bisa mengontrol alat-alat elektronik dengan sinyal digital maupun analog.

Baca juga: Pengertian ASEAN

Jenis-jenis Arduino

Berikut merupakan jenis-jenis dari arduino.

1. Arduino Uno

Arduino yaitu jenis yang paling tidak sedikit digunakan. Terutama guna pemula sangat dianjurkan untuk memakai Arduino Uno karena tidak sedikit sekali referensi yang membicarakan Arduino Uno.

Versi yang terakhir ialah Arduino Uno R3 (Revisi 3), memakai ATMEGA328 sebagai Microcontrollernya, mempunyai 14 pin I/O digital dan 6 pin input analog. Bagi pemograman lumayan menggunakan koneksi USB type A to To type B.

2. Arduino Due

Berbeda dengan Arduino Uno, Arduino Due tidak memakai ATMEGA, tetapi dengan chip yang lebih tinggi ARM Cortex CPU. Memiliki 54 I/O pin digital dan 12 pin input analog. Bagi pemogramannya memakai Micro USB, ada pada sejumlah SmartPhone.

3. Arduino Mega

Arduino Mega 2560 ialah Board pengembangan mikrokontroller yang berbasis Arduino dengan memakai chip ATmega2560. Board ini mempunyai pin I/O yang lumayan banyak, sebanyak 54 buah digital I/O pin (15 pin diantaranya ialah PWM), 16 pin analog input, 4 pin UART (serial port hardware).

Arduino Mega 2560 dilengkapi dengan suatu oscillator 16 Mhz, suatu port USB, power jack DC, ICSP header, dan tombol reset. Tentunya versi Arduino mega lebih menyerahkan peluang dalam Rancang bangun sistem yang lebih besar.

4. Arduino Leonardo

Arduino Leonardo merupakan mikrokontroler berbasis ATmega32u4. Arduino Leonardo mempunyai 20 digital pin input/output (yang mana 7 pin dapat dipakai sebagai output PWM dan 12 pin sebagai input analog), 16 MHz kristal osilator, koneksi micro USB, jack power suplai tegangan, header ICSP, dan tombol reset.

Ini seluruh yang dibutuhkan untuk menyokong mikrokontroler. Cukup dengan menghubungkannya ke komputer melewati kabel USB atau power dihubungkan dengan adaptor AC-DC atau baterai guna mulai mengaktifkannya.

Arduino Leonardo bertolak belakang dari Arduino yang lainnya sebab ATmega32u4 secara terintegrasi (built-in) sudah mempunyai komunikasi USB, sampai-sampai tidak lagi memerlukan prosesor sekunder (tanpa chip ATmega16U2 sebagai konverter USB-to-serial). Hal ini memungkinkan Arduino Leonardo yang terhubung ke komputer dipakai sebagai mouse dan keyboard, selain dapat digunakan sebagai virtual (CDC) serial/COM port.

5. Arduino Nano

Arduino Nano ialah Versi mini dari Arduino uno.Karena bentuknya yang ringkas maka konsekuensinya ialah membuang sejumlah komponen urgen diantaranya jack DC dan Socket USB tipe B diganti dengan MikroUSB.

6. Arduino Mini

Versi Arduino mini adalahversi yang lebih simpel dari arduino nano. Pada board arduino mini tidak terdapat lagi mikroUSB untuk mengunduh program, dengan kata lain kita mesti memakai Downloader Eksternal.

7. Arduino Micro

Arduino mikro memiliki jasmani yang sama dengan Arduino nano tetapi lebih panjang. Perbedaannya dengan Arduino nano ialah jumlah pin yang lebih banyak, yakni 20 pin I/O digital dan 12 pin analog.

8. Arduino Ethernet

Arduino Ethernet memungkinkan koneksi Jaringan LAN antara Board dengan komputer. Arduino Ethernet memiliki fungsi yang sama dengan Arduino yang lainnya.

Baca juga: Pengertian Struktur Organisasi

Kelebihan Arduino

  • Tidak perlu perlengkapan chip programmer sebab didalamnya telah ada bootloadder yang bakal menangani upload program dari komputer.
  • Sudah mempunyai sarana komunikasi USB, Sehingga pemakai laptop yang tidak mempunyai port serial/RS323 dapat menggunakannya.
  • Memiliki modul siap gunakan ( Shield ) yang dapat ditancapkan pada board arduino. Contohnya shield GPS, Ethernet, dan lain-lain.

Kelebihan lain dari arduino yaitu sebagai berikut.

1. Soket USB

Soket USB ialah soket kabel USB yang disambungkan kekomputer atau laptop. Yang bermanfaat untuk mengantarkan program ke arduino dan pun sebagai port komunikasi serial.

2. Input/Output Digital dan Input Analog

  • Input/output digital atau digital pin merupakan pin pin guna menghubungkan arduino dengan komponen atau susunan digital. misalnya , bila hendak membuat LED berkedip, LED tersebut dapat dipasang pada di antara pin input atau output digital dan ground. komponen beda yang menghasilkan output digital atau menerima input digital dapat disambungkan ke pin pin ini.
  • Input analog atau analog pin ialah pin pin yang bermanfaat untuk menerima sinyal dari komponen atau susunan analog. misalnya , potensiometer, sensor suhu, sensor cahaya, dll.

3. Catu Daya

pin pin catu daya ialah pin yang menyerahkan tegangan guna komponen atau susunan yang dihubungkan dengan arduino. Pada unsur catu daya ini pin Vin dan Reset. Vin dipakai untuk menyerahkan tegangan langsung untuk arduino tanpa melewati tegangan pada USB atau adaptor, sementara Reset ialah pin untuk menyerahkan sinyal reset melewati tombol atau susunan eksternal.

4. Baterai / Adaptor

Soket baterai atau adaptor dipakai untuk menyuplai arduino dengan tegangan dari baterai/adaptor 9V pada ketika arduino sedang tidak disambungkan kekomputer. Jika arduino sedang disambungkan kekomputer dengan USB, Arduino menemukan suplai tegangan dari USB, Jika tidak butuh memasang baterai/adaptor pada ketika memprogram arduino.

Fungsi Arduino

Secara umum, arduino dengan suatu mikrokontroller ini dapat menciptakan sebuah program yang dapat dipakai untuk mengendalikan sekian banyak komponen elektronika.

Sehingga lumayan jelas, bila faedah yang dipunyai arduino uno yaitu untuk mempermudah pemakai dalam mengerjakan prototyping, memprogram mikrokontroller serta menciptakan sekian banyak alat modern berbasis mikrokontroler.

Beberapa alat yang biasa diciptakan dengan arduino uno ialah sebagai berikut:

  • Lampu Flip Flop , Lampu Lalu LIntas
  • Robotic : Line Follower, Maze Solver, Pencari Api
  • Pengontrol motor Stepper
  • Detector Suhu dan Mengatur suhu ruangan
  • Jam digital
  • Timer Alarm.

Baca juga: Pengertian DFD

Hardware Arduino

Arduino berwujud suatu papan elektronik dengan susunan sistem minimum mikrokontroller di dalamnya. Mikrokontroller yang digunakan ialah AVR produk dari Intel. Beberapa mikrokontroller yang tidak jarang digunakan ialah ATmega168, ATMega328 dan ATMega2560, tergantung dari tipe papan elektronik yang digunakan.

Contoh, Arduino Uno, Nano dan Pro Mini, memakai mikrokontroller ATmega328, sementara Arduino Mega memakai mikrokontroller jenis ATMega2560. Selain memakai mikrokontroller AVR ATMega series, ada pun papan Arduino yang memakai mikrontroller ARM (contoh: Arduino Due, Arduino Zero), dan Atheros (contoh: Arduino Yun).

Berikutnya, ayo kita jajaki pelajari bagian-bagian dari papan Arduino. Berhubung terdapat begitu tidak sedikit macam papan Arduino, saya bakal contohkan papan Arduino yang tidak jarang digunakan, yakni Arduino Uno. Berikut ialah bagian-bagian dari papan Arduino Uno, yaitu:

  • Pin digital
  • Pin analog
  • Pin power (5V, 3,3V, Ground, Vin, VREF/tegangan referensi)
  • Port ICSP
  • Port USB
  • Soket power
  • Tombol reset.

Manfaat Arduino

Ada banyak hal yang dapat kita bikin dengan Arduino, dari yang sederhana sampai yang rumit. Tentu mesti diperbanyak dengan sonsor atau perlengkapan lainnya, karena tugas Arduino ialah sebagai otaknya saja. Di bawah ini sejumlah contoh perangkat yang dapat diciptakan dengan Arduino:

  • Pengganti PLC
  • Membuat Pengatur kecepatan motor
  • Dimmer Motor AC, VSD, dan lampu
  • Monitor dan pengatur suhu ruangan
  • Monitor dan pengatur kelembaban
  • Membuat sensor detak jantuk dan mendeteksi fenomena penyakit jantung
  • Mengirim atau menerima SMS otomatis
  • Mengirim data otomatis ke internet
  • Memproses data GPS
  • Mengotrol perlengkapan rumah secara online
  • Robot lokasi sampah cerdas
  • Alat pengukur salinitas air laut
  • Membuat timer untuk tidak sedikit hal
  • Alat penyiram tumbuhan otomatis
  • Alat pengontrol kelembaban di penetas telur dan kumbung jamur
  • Membuat jam digital
  • Jam masa-masa sholat digital
  • Wireless sensor network
  • Membuat timbangan otomatis
  • Membuat CNC dan 3D printer
  • Pembangkit sinyal RF dan komunikasi WIFI
  • Robot line follower
  • Membuat pintu gerbang atau jendela otomatis
  • Timbangan bayi atau buah
  • Alarm Timer Adzan otomatis
  • Pendeteksi maling
  • Quadcopter.

Bahasa Pemrograman Arduino

Bahasa pemrograman yang dipakai Arduino memakai bahasa C. Jika kita pernah memakai bahasa pemrograman C, C++, Java, PHP, Javascript, maka barangkali Anda akan tidak banyak familiar. Akan tetapi, bahasa pemrograman Arduino mempunyai fungsi-fungsi eksklusif yang melulu ada di Arduino laksana pinMode(), digitalWrite(), dan lain-lain.

Berdasarkan pengalaman, fungsi-fungsi yang terdapat dalam bahasa pemrograman arduino relatif tidak banyak dan tidak sedikit yang mengadopsi bahasa pemrograman C (kan memang pengembangan dari C, :P). Artinya, andai Anda pernah belajar bahasa pemrograman tersebut, Anda dapat belajar lebih cepat.

Software Arduino

Berikutnya, sesudah mengenal hardware Arduino, anda harus menguasai aplikasi yang digunakan. Ada dua macam ‘software’ yang berada dalam lingkup Arduino, yaitu:

  • Aplikasi Arduino IDE (Integrated Development Environment)
  • ‘sketch’ dalam bahasa pemrograman C.

Aplikasi Arduino IDE yaitu aplikasi cuma-cuma dari arduino.cc yang dipakai untuk mengelola seluruh hal yang bersangkutan dengan Arduino. Termasuk di dalamnya ialah membuat, menyimpan, memanggil file program Arduino (disebut pun ‘sketch’ dengan ekstensi ‘.ino’) dan meng-upload file sketch ke mikrokontroller. Jadi paling tidak, Anda mesti memahami bagian-bagian dari software Arduino IDE ini supaya dapat mempermudah pekerjaan Anda bareng Arduino.

Sedangkan ‘sketch’ merupakan program Arduino dalam bahasa C yang mesti diisikan (di-upload memakai Arduino IDE) ke dalam IC mikrokontroller, supaya Arduino bekerja menurut keinginginan anda (misalnya mengobarkan lampu dari jarak jauh, mengendalikan suhu ruang, dan lain-lain).

Sebuah sketch, paling tidak harus mempunyai dua blok program, yaitu void setup {} guna menginisialisasi program dan atau variabel pendukung, dan void loop {} yang berisikan program utama. Berikut ini ialah contoh sketch simpel untuk mengobarkan internal LED di pin 13 papan Arduino Uno secara berkedip (blinking).

Demikianlah penjelasan tentang Arduino dari RuangPengetahuan.Co.Id semoga bermanfaat dan menambah wawasan kalian, sampai jumpa…