Pengertian Al-Qur’an

Posted on

Pengertian Al-Qur’an – Masing-masing dari kita pasti tidak asing lagi dengan ungkapan “tak kenal maka tak sayang”. Tidak melulu mengenali antara insan satu dengan yang lainnya, namun ungkapan tersebut pun harus diterapkan terhadap segala unsur dari agama tergolong mengenali buku suci Al-Qur’an.

Setiap muslim mesti tidak jarang kali berpegang teguh pada Al-Qur’an dalam segala aspek kehidupannya. Membaca buku suci ini di samping adalah bagian dari ibadah yang berpahala tinggi, juga bermanfaat sebagai di antara obat hati. Oleh karena itu, mengenali Al-Qur’an minimal pun harus dibuka dari definisinya supaya kita semakin yakin terhadap Al-Qur’an.

Pengertian Al-Qur’an

Pengertian Al-Qur’an menurut keterangan dari bahasa ialah bacaan atau sesuatu yang dibaca secara berulang. Sedangkan menurut keterangan dari terminologi, Al-Qur’an dengan kata lain firman Allah SWT yang diturunkan melulu kepada Nabi Muhammad SAW sebagai suatu mukjizat guna kemudian dikatakan dengan jalan mutawattir dengan perantaraan malaikat Jibril.

Sedangkan menurut keterangan dari syariat Islam, membaca Al-Qur’an dinilai sebagai ibadah kepada Allah SWT. Al-Qur’an menurut pendapat dari seorang ahli islam bernama Muhammad Ali ash-Shabuni ialah firman Allah SWT yang tidak ada tandingannya, firman Allah SWT ini diturunkan untuk Nabi Muhammad SAW yang dikatakan melalui perantara yakni malaikat Jibril AS.

Kemudian ditulis untuk para mushafnya untuk dikatakan kepada umatnya dengan jalan mutawattir dimana menyimak dan mempelajari isi Al-Qur’an ialah termasuk di antara ibadah untuk Allah SWT. Al-Qur’an sendiri dimulai dengan bacaan Surah Al-Fatihah dan diakhiri dengan Surah An-Naas yang tergolong surat makkiyah.

Baca juga: Definisi Tanah – Pengertian, Fungsi, Jenis, Karakteristik dan Komponennya

Fungsi Al-Qur’an

Keberadaan Al-Qur’an sebagai mukjizat Nabi Muhammad SAW sekaligus sebagai firman Allah SWT pastinya mempunyai sejumlah fungsi. Adapun sejumlah fungsi dari Al-Qur’an ialah:

1. Petunjuk Untuk Manusia

Terkait urusan ini diterangkan dalam Surah Al-Baqarah 2 : 185 dan Surah Al-Fusilat 41 : 44 yang dikatakan bahwa Al-Qur’an diturunkan untuk manusia sebagai petunjuk untuk umat manusia.

2. Sumber Pokok Dari Ajaran Agama Islam

Hal ini telah dipercayai dan juga dinyatakan kebenarannya oleh hukum Islam. Ajaran dalam Al-qur’an pun meliputi permasalahan tentang kemanusiaan secara umum laksana halnya tentang ibadah, hukum, ekonomi, poleksosbud, serta ilmu pengetahuan dan pun seni.

3. Peringatan dan Pelajaran Untuk Manusia

Dalam Al-Qur’an juga tidak sedikit diterangkan mengenai cerita para Nabi dan umat mula-mula baik tersebut umat yang mengemban perintah Allah SWT maupun umat yang membangkang dan bahkan mengingkari doktrin Allah SWT.

Kisah tersebut diinginkan dapat menjadi pembelajaran untuk kita sehingga saya dan anda bisa mengambil hikmah dari sekian banyak kisah yang tertera dalam Al-qur’an tersebut.

4. Mukjizat Nabi Muhammad SAW

Turunnya Al-Qur’an adalah mukjizat yang dipunyai oleh Nabi Muhammad SAW di samping mukjizat lainnya. Al-Qur’an adalah wahyu Allah SWT yang kegunaannya sebagai pedoman hidup masing-masing umat Muslim dan sebagai korektor serta penyempurna dari kitab-kitab Allah SWT yang sudah diturunkan sebelumnya, bahkan Al-qur’an pun mempunyai nilai abadi sebab selamanya tidak bisa diubah.

Di samping itu, ada tidak sedikit sekali ayat-ayat dalam Al-Qur’an yang berisi ilmu pengetahuan dan memberikan kepercayaan bahwa Al-Qur’an benar benar adalah firman Allah SWT. Tidak mungkin Al-qur’an ialah ciptaan manusia, apalagi ciptaan Nabi Muhammad SAW.

Baca juga: Dasar Konsep – Pengertian, Ciri, Fungsi, Unsur dan Karakteristiknya

Nama-nama Al-Qur’an

Penyebutan nama Al-Qur’an bukanlah satu satunya nama yang diserahkan oleh Allah SWT terhadap buku suci yang diturunkan untuk Nabi Muhammad SAW tersebut.

Berdasarkan keterangan dari seorang ahli islam yang bernama As-Suyug, Al-Qur’an memiliki 55 nama, dan bahkan dalam Ensiklopedia Islam guna Pelajar dilafalkan ada minimal 78 nama untuk kitab suci Al-Qur’an.

Beberapa nama Al-Qur’an itu yang sangat populer dan paling tidak sedikit yang sering digunakan di masyarakat ialah:

1. Al-Qur’an

Al-Qur’an merupakan nama yang sangat populer dan paling sering dipakai dalam buku suci terkahir yang diturunkan oleh Allah SWT untuk Nabi Muhammad SAW ini. Al-Qur’an berarti bacaan atau sesuatu yang dibaca. Salah satu ayat Al-Qur’an yang melafalkan nama ini ialah Surah Al-Baqarah : 185.

2. Al-Kitab

Al-Qur’an pun seringkali dinamakan sebagai Kitabullah yang dengan kata lain Kitab Suci Allah SWT dan bisa juga ditafsirkan sebagai sesuatu yang ditulis. Ayat Al-Qur’an yang melafalkan nama ini ialah Surah Al-Baqarah : 2 dan Surah Ali’imran : 3.

3. Al-Furqan

Al-Furqan berarti pembeda yang memiliki maksud bahwa mukjizat Nabi Muhammad SAW ini adalah suatu pembeda untuk mana yang haq dan mana yang bathil atau mana yang baik dan mana yang buruk. Nama Al-Furqan sebagai di antara nama Al-Qur’an termaktub dalam Surah Al-Furqan : 1.

4. Al-Zikr

Al-Zikr artinya ialah pemberi peringatan dimana Al-Qur’an dapat menyerahkan peringatan untuk manusia. Adapun ayat dalam Al-Qur’an yang berisi nama ini ada dalam Surah Al-Hijr : 9.

5. At-Tanzil

Sedangkan At-Tanzil dengan kata lain yang diturunkan, maksudnya ialah Al-Qur’an ini diturunkan oleh Allah SWT untuk Nabi Muhammad SAW melewati perantara yakni Malaikat Jibril AS untuk dikatakan kepada umat insan secara mutawattir. At-Tanzil sebagai nama beda dari Al-Qur’an ini dilafalkan dalam Surah Asy-Syu’ara : 192.

Baca juga: Definisi Hardware – Pengertian, Fungsi, Jenis dan Cara Kerjanya

Kedudukan Al-Qur’an Sebagai Sumber Hukum Islam

Al-Qur’an dalam Islam dijadikan sumber hukum umat Islam. Al-Qur’an adalah sumber hukum dari seluruh hukum yang terdapat di bumi sebagaimana firman Allah yang tertera dalam Surah An-Nisa’ ayat 59, yang dengan kata lain “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah RasulNya, dan ulil amri diantara kamu”.

Kemudian andai kamu berbeda pendapat mengenai sesuatu, maka kembalikanlah ia untuk Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya), andai kamu benar-benar beriman untuk Allah dan hari kemudian. Yang demikian tersebut lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Dari ayat yang telah dilafalkan tadi, sudah tercantum dengan jelas bahwa Al-Qur’an mempunyai status sebagai sumber hukum Islam yang sangat utama dan bisa pula dijadikan pedoman hidup serta petunjuk untuk seluruh umat manusia.

Al-Qur’an sebagai sumber hukum ini telah tidak diragukan lagi kebenarannya. Apabila seorang muslim berpegang teguh pada Al-Qur’an, niscaya dia tidak bakal tersesat selama-lamanya.

Struktur Al-Qur’an

Al-Qur’an terdiri dari 114 surah, 30 juz, dan 6236 ayat menurut keterangan dari riwayat dari Hafsh, 6262 ayat menurut keterangan dari riwayat dari Ad-Dur, ataupun sejumlah 6214 ayat menurut keterangan dari riwayat dari Warsy.

Al-Qur’an sendiri pun terbagi menjadi 30 unsur yang dikenal dengan nama juz. Surah dalam Al-Qur’an terdiri dari sebanyak ayat mulai dari surah-surah pendek sampai yang panjang.

Lafadz Bismillahirrahmanirrahiim adalah ciri dari pendahuluan seluruh Surah di Al-Qur’an di samping Surah At-Taubah. Berdasarkan keterangan dari tempat diturunkannya, surah-surah dalam Al-Qur’an terbagi menjadi dua golongan, yakni Surah Makkiyah dan Surah Madaniyah.

Pembagian ini didasarkan atas lokasi dan waktu diduga terjadinya penurunan surah maupun ayat tertentu. Surah yang turun sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah digolongkan sebagai Surah Makkiyah, dan untuk surah yang turun sesudah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, termasuk menjadi surah madaniyah.

Adab Terhadap Al-Qur’an

Terdapat dua pendapat tentang hukum menyentuh Al-qur’an. Adab ini sehubungan dengan situasi atau suasana seseorang yang sedang nifas, junub, dan haid (bagi perempuan).

Berdasarkan keterangan dari pendapat kesatu, andai seseorang sedang mengalami situasi tersebut baik tersebut junub, haid, ataupun nifas, maka jangan menyentuh Al-Qur’an sebelum bersuci terlebih dulu.

Sedangkan pendapat kedua menuliskan bahwa, andai seseorang sedang merasakan ketiga situasi yang telah dilafalkan diatas baik tersebut junub, haid, ataupun nifas, maka tetap boleh dan sah untuk orang yang bersangkutan guna menyentuh buku suci Al-Qur’an sebab tidak ada alasan yang mengaturnya.

Demikianlah artikel tentang Al-Qur’an ini semoga bisa memberi manfaat dan menambah wawasan bagi kalian, terimakasih.